SOP Operasi, Pemulihan & Komunikasi
Siapa yang boleh switching ditentukan level tegangan. Setelah trip, pemulihan selalu menunggu syarat teknis atau pernyataan aman dari UPT.
Siapa mengatur apa
| Dispatcher | Wewenang |
|---|---|
| UP2B | PMT 150/70 kV penghantar & trafo, PMT incoming 20 kV, switching busbar (koordinasi SCC) |
| SCC | PMT 500/275 kV dan IBT (bay IBT koordinasi UP2B) |
| UP2D | PMT penyulang 20 kV |
Alur lapor gangguan: hitungan menit
Penghantar 150 kV trip
Trip 1 sisi boleh langsung dipulihkan jika ketiganya terpenuhi:
- Tegangan ujung 3 fasa rata, selisih ≤ 5 kV
- Analisa DFR: petir
- LDS: ada aktivitas petir
Trip 2 sisi atau penyebab bukan petir: tunggu pernyataan aman Manager ULTG / UPT.
Trafo & penyulang trip
- Trafo: lepas semua penyulang, lapor UP2B & UP2D.
- Relai internal (Diff, REF, Bucholz, Jansen, Sudden/Over Pressure, Fire) → UPT periksa dulu, masuk setelah dinyatakan aman.
- Penyulang: UFR/OLS/UVLS → lapor UP2B. OCR/GFR → cukup UP2D.
Manuver paralel trafo
- Rack-in PMT kopel 20 kV
- Close PMT kopel 20 kV
- Open PMT incoming 20 kV
- Open PMT 150 kV trafo yang dipadamkan
- Open PMS bus bay trafo
- Close PMS ground incoming 20 kV
Sebelumnya: tegangan kedua trafo seimbang, AVR manual, checklist terisi, ulangi perintah dispatcher, tagging terpasang.
Pemulihan blackstart
- Inisiasi: unit blackstart menyalakan pembangkit besar, membentuk island
- Build-up: beban kritikal dipulihkan per blok kecil
- Ekspansi: koridor transmisi diberi tegangan + kendali reaktif
- Sinkronisasi: Δf ≤ 0,05 Hz · ΔV ≤ 2% · Δθ ≤ 20°
- Normalisasi
Defense scheme per parameter
Ingat
- Catat indikasi relai sebelum reset.
- Komunikasi utama radio; cadangan IP Phone → HP → PTT.
- Kondisi darurat berbahaya: operator boleh bebaskan tegangan dulu, lapor kemudian.